Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Urif Hidayat

7 Sifat Uang yang Bisa Merubah Hidup Anda

Banyak orang yang beranggapan bahwa sukses itu adalah banyak uang. Padahal bukan. Banyak uang hanyalah salah satu indikator saja. Jadi sukses itu bukan sekedar banyak uang. Tapi sukses adalah berkelimpahan, kesehatan yang prima, hati yang lapang, dan kehidupan yang mapan.

uang logam

Kalau ada yang bilang "uang bukan segalanya", itu betul. Ada juga yang bilang, "segala-galanya butuh uang", juga betul.

Tapi yang perlu Anda pahami adalah "semakin Anda mengejar uang, Anda semakin miskin". Uang tidak boleh dijadikan sebagai tujuan. Uang hanyalah sebagai jembatan.

Jika uang dijadikan sebagai tujuan, maka Anda akan menjadi budak uang. Anda akan diperbudak uang. Anda akan ditundukkan oleh uang. Anda rela mengorbankan kesehatan Anda demi uang. Bahkan, parahnya ada juga yang rela mengorbankan kehormatannya demi uang.

Ada orang yang kaya, tapi hatinya sempit. Ia akan takut kehilangan uang. Kalau berbisnis, ia suka menilai keuntungan orang lain. Ia takut akan kompetitor. Ia takut kehilangan customer/ konsumen. Ia takut kehilangan uang. Itu artinya ia telah diperbudak uang. Ia telah diperbudak dunia.

Sebaliknya, jika uang dijadikan sebagai jembatan, maka Anda bisa mengendalikan uang. Uang akan menjadi budak Anda. Uang akan patuh kepada Anda. Bahkan uang akan bekerja demi Anda.

Yang dimaksud 'jembatan' dalam hal ini adalah uang dijadikan sebagai sarana. Sarana untuk hidup lebih baik. Sarana untuk membantu orang lain. Sarana untuk mensejahterakan orang lain. Sarana untuk ibadah dan mendekat kepada Allah SWT.

7 Sifat Uang yang Bisa Membuat Anda Kaya

Baiklah. Inilah sifat uang yang bisa merubah hidup Anda. Sifat uang yang bisa merubah Anda menjadi kaya.

1. Uang suka orang yang spesifik.

2. Uang suka orang yang yakin.

3. Uang suka orang yang memiliki prioritas.

4. Uang suka orang yang senang berbagi.

5. Uang suka orang yang berpengetahuan.

6. Uang suka orang yang lapang.

7. Uang suka orang yang tidak senang menunda-nunda.

1. Uang suka orang yang spesifik.

Spesifik itu jelas dan detail. Semakin spesifik, semakin jelas. Jika kita mempunyai impian, tulis impian itu, perjelas impian itu. Kapan dan berapa. Misalnya, Anda ingin mempunyai uang Rp 1 Milyar di akhir tahun 2020.

Semakin spesifik, semakin jelas tindakan apa yang harus Anda lakukan.

Jika ingin mempunyai penghasilan Rp. 1 Milyar selama setahun, maka per bulan kurang lebih Rp 100 juta. Minimal. Untuk mencapai Rp 100 juta per bulan, maka Anda harus menghitung berapa target closing per minggu, berapa phone call per hari dan berapa biaya promosi yang harus dikeluarkan.

2. Uang suka orang yang yakin.

Sehebat apapun impian Anda, jika tidak dibarengi dengan keyakinan, maka impian hanyalah tinggal impian. Impian hanya akan menjadi tulisan.

Anda harus yakin akan impian Anda. Anda harus yakin pada diri Anda. Dan yang terpenting, Anda harus yakin akan Yang Maha Kuasa.

Kita harus yakin kepada Allah. Yakin bahwa Allah Maha Kaya. Yakin bahwa Allah Maha Mengayakan. Allah juga yang Berkuasa untuk mengubah nasib seseorang. Jika sudah begini, perkara uang bukanlah perkara yang susah.

3. Uang suka orang yang memiliki prioritas.

Dalam hal mengatur keuangan, kita harus mempunyai skala prioritas. Mana yang harus didahulukan, mana yang bisa disegerakan. Bicara mengenai urutan pengelolaan keuangan, sebaiknya begini:
1. Sedekah
2. Utang/ Cicilan
3. Saving/ Menabung
4. Biaya Hidup

Mengenai keempat point ini saya akan bahas di artikel lain.

Selain itu, kita juga harus mempunyai skala prioritas dalam urusan bisnis. Mana customer yang penting dan mana yang tidak penting. Mana customer yang loyal, mana customer yang cerewet.

4. Uang suka orang yang senang berbagi.

Berbagi itu sedekah. Sedekah itu pahalanya besar sekali. Sedekah itu tidak melulu harus dengan uang. Bisa berupa tenaga, waktu dan pikiran. Senang membantu orang lain juga termasuk sedekah.

Semakin banyak berbagi, semakin banyak uang yang datang kepada Anda.

5. Uang suka orang yang berpengetahuan.

Uang suka kepada orang yang memiliki ilmu dan pengetahuan.

Jika Anda seorang business owner dan ada dua orang yang melamar pekerjaan. Satu orang memiliki pengetahuan dan pengalaman. Satu lagi tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman. Mana yang akan Anda terima? Tentu orang yang berpengetahuan yang akan Anda terima.

6. Uang suka orang yang lapang.

Hati yang lapang adalah hati yang tenang. Uang lebih suka kepada orang yang hatinya lapang, hatinya tenang. Ia tidak takut kekurangan. Ia tidak takut kehilangan uang. Ia tidak takut kehilangan pelanggan. Ia tidak takut akan persaingan. Karena ia berpikir bahwa uang itu berlimpah dan tidak terbatas. Rezeki itu luas dan tak terbatas.

7. Uang suka orang yang tidak senang menunda-nunda.

Semakin cepat anda ambil keputusan, maka semakin cepat pula uang yang bisa Anda dapatkan. Semakin cepat anda memulai bisnis, maka semakin cepat pula anda bisa mendapatkan profit.

Itulah beberapa sifat uang yang bisa Anda miliki. Sifat uang yang bisa membuat Anda berubah hidup menjadi lebih baik.

Semoga bermanfaat.

Urif Hidayat

3 Kebiasaan Milyarder yang Bisa Membuat Anda Kaya

Keberhasilan atau kesuksesan seseorang ditentukan oleh pikirannya, mindset-nya. Pikirannya membuahkan tindakan atau action. Tindakan-tindakan yang sering dilakukan membentuk kebiasaan atau habit. Kebiasaan-kebiasaan positif akan membentuk hasil yang positif.

milyarder sukses dan banyak uang

3 Kebiasaan Milyarder yang Bisa Membuat Anda Kaya

Ada 3 kebiasaan milyarder, yang kalau sering kita lakukan bisa membuat kita menjadi kaya raya.

1. Kebiasaan Menghitung Uang

Yang dimaksud dengan kebiasaan menghitung uang adalah mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran. Sekecil apapun pengeluaran kita, baiknya tercatat dengan baik. Karena, uang kecil akan menjadi besar ketika terakumulasi. Uang Rp. 1.000 akan menjadi besar jika terakumulasi sampai 100.000 kali.

Mungkin, bagi sebagian orang, ini adalah negatif. "Kamu kok itung-itungan sih". Kurang lebih seperti itu.

Ini bukan soal itung-itungan. Tapi ini bicara soal kedisiplinan. Disiplin mengatur pemasukan dan pengeluaran. Jangan sampai, di akhir bulan kita tidak tahu uang gajian itu habis entah kemana. Jangan sampai kita tidak tahu kemana larinya uang itu.
Ingat! Uang itu suka dengan orang yang disiplin. Sukses itu suka dengan orang yang disiplin.

2. Kebiasaan Menggunakan Kemampuan Orang Lain

Orang sukses di luar sana, tidak memikirkan bagaimana cara mengerjakan semuanya sendirian. Kalau berbisnis, mereka tidak mengandalkan kemampuannya sendiri.

Walaupun sebenarnya itu bisa mereka lakukan sendirian. Namun, mereka lebih memilih mendelagasikannya kepada orang lain. Mereka lebih fokus terhadap hal-hal penting untuk kemajuan perusahaan.

Sebagai contoh. Seorang bisnis owner sebuah restoran, ia tidak perlu pintar masak. Namun, ia cukup merekrut orang yang jago masak. Untuk urusan pajak, ia cukup mengangkat karyawan yang paham mengenai accounting dan perpajakan. Untuk urusan pemasaran, ia cukup mengangkat seorang yang jago jualan.

Kita tidak perlu cerdas dalam segala hal. Tapi kita bisa merekrut orang yang lebih pintar daripada kita.

Kebiasaan nomor dua ini bisa juga dibilang kebiasaan memanfaatkan orang lain. Bisa juga memanfaatkan uang orang lain, tenaga orang lain, dan waktu orang lain.

3. Kebiasaan Mengakumulasi Ilmu Pengetahuan

Orang sukses itu tidak akan pernah berhenti belajar. Mereka selalu haus akan ilmu pengetahuan. Mereka bersedia menghabiskan waktu, uang dan pikiran untuk mendapatkan pengetahuan.

Mereka selalu baca buku, ikut seminar, mendengarkan CD/audio, mengikuti pelatihan, dan sebagainya.

Mereka rela menghabiskan waktu untuk belajar tentang ilmu cara mendapatkan uang, mengelola uang dan melipatgandakan uang. Mereka belajar bagaimana caranya agar nanti uang bisa bekerja untuk mereka.

Tiga kebiasaan ini bisa membuat Anda menjadi seorang yang kaya raya.

Btw. Bicara soal harta dan kekayaan, ada sebuah tulisan menarik dari seorang metivator terbaik di Indonesia, Ippho Santosa. Berikut ini tulisannya:
Haruskah kita anti harta?
Dunia, termasuk harta, boleh dinikmati. Yang penting, jangan berlebih-lebihan dan jangan bermegah-megahan. Kali ini saya mengajak teman-teman menyimak pendapat ulamanya para ulama. Boleh? Namanya Syaikh Yusuf Qardhawi.

Beberapa tahun yang lalu, alhamdulillah saya sempat bertamu dan bertemu dengan Syaikh Yusuf Qardhawi di rumahnya. Personal, masya Allah. Ada beberapa hal yang saya tanya dan beliau jawab, di antaranya peranan harta.

Sebagai ketua para ulama di dunia untuk sekian periode, beliau mengatakan bahwa harta itu mutlak diperlukan. Ya, mutlak. Lapar, kan perlu makan. Haus, kan perlu minum. Takut, kan perlu naungan. Termasuk urusan dakwah. Jangan tabu dengan harta.

Beliau pun mengingatkan pentingnya bersedekah dengan mengutip Surat Al-Ma’un. Namun beliau juga mengingatkan bahaya bermegah-megahan dengan mengutip Surat Al-Takatsur. Masya Allah, peringatan yang berimbang!

Boleh-boleh saja menikmati dunia. Tapi dengan kepantasan dan kewajaran. Tidak berlebih-lebihan, tidak bermegah-megahan.

Kurang kaya apa Umar dan Usman di zamannya? Demikian pula kekuasaannya. Tapi adakah mereka bermegah-megahan? Setahu saya, Umar dan Usman memilih gaya hidup yang sangat sederhana.

Perlu contoh konkrit?

Misal, Anda mau membeli handphone canggih seharga 10-an atau belasan juta, dengan tujuan untuk memudahkan urusan kerja. Camera-nya bagus, karena memang perlu, buat foto produk dan promosi. Memory-nya besar, karena memang perlu, buat menyimpan foto produk dan data-data penting terkait bisnis.

Boleh? Sah? Menurut saya, itu sah-sah saja. Silakan beli. Soal fungsi tho, bukan soal emosi. Tapi kalau Anda membeli handphone mahal untuk tujuan gaya-gaya saja, kemungkinan itu bagian dari berlebih-lebihan dan bermegah-megahan. Malah mendekati mubazir.

Contoh lain. Anda ingin menambah kendaraan. Cek dulu, apa tujuannya? Untuk delivery barang atau mengantar-ngantar tim. Nah, ini masih boleh. Tapi kalau Anda menambah kendaraan semata-mata untuk gonta-ganti saja atau kesenangan pribadi, kemungkinan itu bagian dari berlebih-lebihan.

Hati-hati. Kita semua paham bahwa harta halal akan dihisab. Harta haram akan diazab. Sekali lagi, hati-hati. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Urif Hidayat

Doa dan Cara Mendapatkan Uang Rp 100 Juta per Bulan [Update]

Untuk mendapatkan uang 100 juta rupiah bukanlah hal yang susah. Asal apa? Asal tahu caranya dan mau melakukannya. Masalahnya, jarang orang yang mau melakukannya. Karena tidak sabar. Tidak disiplin. Tidak konsisten.

Doa dan Cara Mendapatkan Uang Rp 100 Juta per Bulan

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sudah bukan hal yang aneh ya, kalau bicara uang dan rezeki, semangat baca kita meletup-letup. Karena apa? Allah memang sudah pasangkan dunia di hati manusia. Zuyyina linnasi hubbu syahawaati.. Allah sudah pasangkan manusia dengan segala kecintaannya terhadap dunia, wanita, anak keturunan, deposito, royalti, aset dan kekayaan.

Untuk mendapatkan uang 100 juta rupiah lagi berkah, setidaknya ada beberapa hal yang harus kita lakukan.
  1. Berdoa dengan sungguh-sungguh.
  2. Miliki impian.
  3. Mulailah berbisnis.
  4. Dhuha, Baca Quran, Sedekah.

Setidaknya itu yang harus kita lakukan.

Banyak orang yang hanya melakukan nomor 2 dan 3 saja. Seperti saya dulu. Dulu, saya pernah pernah berbisnis yang alhamdulillah berjalan 3 tahun gak maju-maju, malah bangkrut dan tutup deh.

Sebenarnya untuk mendapatkan 100 juta rupiah bahkan lebih, dengan riyadhoh 40 hari saja sudah cukup. Jika riyadhohnya dilakukan dengan sungguh-sungguh, bukan hal mustahil Allah menurunkan kekayaan dunia kepada kita. Bahkan bukan hanya dunia, kekayaan akhirat pun pasti Allah berikan.

Silahkan baca riyadhoh 40 hari menjadi kaya.

Inti dari isi riyadhoh adalah mendekat kepada-Nya. Kepada Allah SWT. Riyadhoh itu benerin yang wajib, hidupkan yang sunnah. Benerin shalatnya, benerin shalatnya, benerin shalatnya. Lengkapi dengan yang sunnah-sunnahnya. Itu saja. Tidak ada amal-amalan yang aneh-aneh.

Yakin bahwa Dia-lah yang Maha Pemberi Rezeki. Maha Kaya. Maha Mengayakan. Maha Mengabulkan. Maha Penolong. Maha Pemilik Dunia.

Angka 100 juta bukanlah angka yang besar bagi Allah. Kita-nya aja yang merasa bahwa uang 100 juta itu besar. Padahal ada yang lebih besar, yakni apa? siapa? Allah Yang Maha Besar. Allahu Akbar.

Baiklah.

Doa Nabi Sulaiman!

Hal pertama yang harus Anda, saya dan kita semua lakukan adalah berdoa. Doa yang sungguh-sungguh. Cari doa-doa yang mustajab. Cari waktu-waktu doa yang mustajab. Kemudian lengkapi dengan amalan sunnah. Bisa berupa baca Quran, baca Waqiah, baca Sholawat, shalat malam, shalat dhuha, shalat hajat. Dan jangan lupa sedekah.

Seperti apa kalimat doanya? Bebas. Pake bahasa Indonesia juga bisa. Bahasa daerah juga boleh. Lebih top lagi, kalau pake doanya Nabi Sulaiman seperti ini:

Doa Nabi Sulaiman as.

"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi." (QS. Shaad ayat 35)

Nabi Sulaiman AS adalah salah satu Nabi yang wajib kita imani. Nabi yang diberikan kekayaan dan kerajaan. Nabi saja yang sudah Allah jamin kehidupannya, masih mau berdoa. Kita? Masa, kita yang hidupnya biasa-biasa aja gak mau berdoa. Seharusnya kita lebih kenceng lagi berdoa.

Nabi Sulaiman berdoa agar diberikan kerajaan.

Dalam konteks kekinian, makna kerajaan itu luas. Bisa jadi kerajaan bisnis. Bukan sekedar 100 juta per bulan, tapi berupa keajaan bisnis yang bisa menghasilkan 100 juta setiap hari, setiap jam. Bolehkah kita berdoa seperti itu 'meminta kerajaan bisnis'? Boleh. Nabi Sulaiman sudah mencontohkannya. Dan doa tersebut diabadikan dalam Al Quran.

Baca Juga : Doa agar cepat kaya

Salah satu waktu doa yang mustajab itu adalah doa setelah shalat fardhu. Baca doa Nabi Sulaiman tersebut dengan khusyu', penuh harap dan yakin. Yakin bahwa Allah Maha Mengabulkan Doa. Maha Pemberi. Maha Pembuka Rezeki. Insya Allah, doa kita pasti dikabul. Hajat 100 juta rupiah pasti dikabul.

Silahkan baca cara agar doa cepat terkabul

Ciri berdoa yang sungguh-sungguh adalah dilakukan secara konsisten. Setiap hari. Minimal setiap selesai shalat fardhu. Tanpa bolong sehari pun. Silakan Anda buat program '40 hari berdoa'. Kemudian buat daftar ceklis sederhana, seperti ini:

Setiap selesai shalat kemudian Anda berdoa, beri tanda ceklis. Jika tidak berdoa, kosongkan atau tanda strip. Jika ternyata di akhir program Anda banyak bolongnya, maka Anda tidak berdoa dengan sungguh-sungguh.

Sederhana. Namun ngefek luar biasa. Selama ini kan kita mengaku sudah berdoa dengan sungguh-sungguh. Tapi dengan dibuat daftar ceklis seperti di atas, itu membuktikan bahwa apakah benar kita sungguh-sungguh berdoa atau tidak.

Miliki Impian

Tahapan berikutnya adalah miliki impian. Impian itu macam-macam. Ada yang ingin pergi haji, ada yang ingin menghajikan orang tua, ada yang ingin mempuyai rumah, ada yang ingin agar punya anak, ada yang ingin agar ketemu jodoh, ada yang ingin bisnisnya lancar. Dan lain sebagainya.

100 juta rupiah pun termasuk impian. Cuma. Ketika tercapai angka 100 juta rupiah, mau apa? untuk apa? untuk siapa?. Harus jelas dan terperinci. 

Contoh impian yang terperinci:
Ingin mempunyai penghasilan 100 juta per bulan di tahun 2017 agar bisa membangun rumah untuk orang tua.

Apa bedanya bermimpi dengan mengkhayal? Perbedaanya ada pada: pikiran, perasaan dan tindakan. Mimpi itu butuh pikiran dan perasaan. Ngayal juga sama: butuh pikiran dan perasaan. Bedanya ada pada tindakan. Action. Pergerakan.

Kalau kita punya keinginan dapat penghasilan 100 juta per bulan dan tidak ada action-nya, itu namanya mengkhayal. Kalau kita mimpi ingin punya mobil fortuner, pajero, CRV, terus kita gak ngapa-ngapain, Itu namanya mengkhayal.

Harusnya bagaimana? Harusnya ada usaha untuk mewujudkan impian itu. Dengan cara apa? Cobalah iseng-iseng datang ke dealer mobil. Datangin salesnya. Ambil brosurnya. Terus coba masuk mobilnya. Rasakan. Rasakan. Rasakan mobil baru. Aromanya. Feelnya. Ini akan lebih ngefek, ketimbang kita menghayal doangan.

Kalau ingin punya 100 juta per bulan pun, sama. Jangan cuma di-khayal. Coba cari sendiri caranya, bagaimana caranya agar bisa merasakan. Merasakan angka 100 juta. Lihat, rasakan. Rasakan feelnya.

Apa pun impiannya, bawa impian tersebut dalam doa, bawa di atas sejadah. Agar Allah memudahkan kita menggapainya. Agar impiannya menghampiri kita.

Memulai Bisnis

Bisnis apa yang bagus? Bisnis yang bagus adalah bisnis yang dibuka, bisnis yang segera dimulai. Sebagus apa pun konsep bisnis Anda, jika tidak dimulai, ya sama saja, itu hanya akan menjadi konsep belaka.

Jika masih bingung mau bisnis apa, cobalah dari mulai hal-hal kecil. Contoh: usaha cemilan, usaha makanan ringan, usaha laundry, sewa alat makan/prasmanan, sewa tenda, usaha catering, dan masih banyak lagi. Masih bingung juga? Bantu jual dagangan orang lain.

Langkah awal memulai bisnis adalah mengajak Allah berperan dalam bisnis kita. Maksudnya? Awali dengan doa. Mintalah kepada Allah agar memudahkan jalan bisnis, membukakan pintu-pintu rezeki, membukakan hati calon customer, dsb.

Langkah selanjutnya adalah bidik usaha apa yang bisa menghasilkan omzet 100 juta per bulan. Contoh: jual beli mobil, jual beli rumah, dsb. Kemudian pelajari. Kuasi ilmunya. Kuasai teknisnya. Kuasai cara pemasarannya.

Faktor X

Ini Penting. Faktor x atau faktor kali adalah penentu seberapa besar penghasilan Anda. Bisnis apa pun, bisa menghasilkan angka 100 juta per bulan jika memakai faktor kali atau bahasa kampungnya leverage.

Saya ilustrasikan begini:
Tukang sate. Penghasilannya 1 juta sehari atau 30 juta per bulan. Bisakah ia punya penghasilan 100 juta per bulan? Bisa, jika ia punya 4 cabang. 4 cabang ini adalah faktor kali. 4 cabang x 30 juta = Rp. 120.000.000.

Dhuha, Baca Quran, dan Sedekah

Dari dulu sampai sekarang, orang berjuang di dunia ini untuk mendapatkan dua hal: kaya dan bahagia. Namun, sedikit orang yang bisa mendapatkan keduanya.

Kaya itu penting. Menjadi jutawan juga penting. Namun, bahagia jauh lebih penting. Kunci hidup bahagia adalah dengan bersyukur dan melihat ke bawah.

Untuk bisa meraih kekayaan dengan cepat secepat-cepatnya adalah dengan banyak bersyukur dan bersedekah. Donasi, sumbangan atau apa pun istilahnya yang penting niatnya satu: berbagi dengan orang lain.

Syukuri hidup kita yang sekarang. Sudah punya Honda Jazz, syukuri, nikmati. Sudah punya avanza, syukuri dan nikmati. Sudah punya Vario, syukuri dan nikmati. Sudah punya bisnis syukuri dan nikmati. Sudah jadi karyawan, syukuri dan nikmati. Sementara yang lain banyak yang antri berjam-jam untuk mendapatkan pekerjaan.

Bicara sedekah, bicara soal rezeki. Bicara rezeki sama dengan bicara soal kekayaan. Percaya atau tidak, sedekah bisa membuat Anda kaya. Bukan hartanya yang berkurang, tapi malah mengundang potensi rezeki yang lain.

Harta itu sama halnya makan makanan. Kalau kita terus makan dan tidak ada pembuangan, maka kita akan jatuh sakit bahkan dekat dengan kematian. Begitu pun dengan harta, kalau terus menumpuk dan tidak ada sedekahnya, maka itu akan menjadi penyakit.

Syukur dan sedekah itu bisa membuat bahagia. Orang yang bahagia akan bekerja lebih baik dan efektif dibanding orang yang bekerja sambil mengeluh. Inilah yang kemudian akan membuat seseorang mencapai tujuannya dengan segera, misalnya menjadi cepat kaya raya.

Syukur dan sedekah terbukti ampuh dan mujarab dalam meraih kekayaan. Sudah banyak yang membuktikan. Seperti: Yusuf Mansur, Ippho Santosa, Akhmad Bashori, Tendi Murti, Teuku Wisnu, Mas Mono, dan masih banyak lagi.

Banyak orang yang melewatkan dua hal ini: syukur dan sedekah. Padahal esensi dari kekayaan adalah syukur dan mau berbagi dengan yang lain.

Shalat dhuha, Baca Quran dan Sedekah adalah wujud rasa syukur kita kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'ala. Shalat dhuha memang shalat minta kekayaan. Tapi jika dilakukan secara konsisten dan  rajin, kita baru akan menyadari bahwa apa yang kita lakukan dengan dhuha bukan sekedar minta dunia, minta kekayaan. Melainkan, wujud rasa syukur atas segala nikmat yang Allah berikan.

Akhir kata, apa pun impian Anda, impian kita, jangan lupa libatkan Allah dalam segala kondisi.

Tidak ada impian kecuali dia jadi ibadah, kalau kita sampaikan kepada Allah SWT impian itu. Dan tidaklah juga impian yang sempurna, kecuali dia mimpi bukan untuk dirinya sendiri, tapi buat agamanya Allah, buat alam ini, buat semesta dan buat sebanyak-banyaknya manusia. (Ust. Yusuf Mansur)

Wassalamu 'alaikum.

Bisnis

Motivasi

Hikmah