Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Urif Hidayat

Doa dan Cara Mendapatkan Uang Rp 100 Juta per Bulan [Update]

Untuk mendapatkan uang 100 juta rupiah bukanlah hal yang susah. Asal apa? Asal tahu caranya dan mau melakukannya. Masalahnya, jarang orang yang mau melakukannya. Karena tidak sabar. Tidak disiplin. Tidak konsisten.

Doa dan Cara Mendapatkan Uang Rp 100 Juta per Bulan

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sudah bukan hal yang aneh ya, kalau bicara uang dan rezeki, semangat baca kita meletup-letup. Karena apa? Allah memang sudah pasangkan dunia di hati manusia. Zuyyina linnasi hubbu syahawaati.. Allah sudah pasangkan manusia dengan segala kecintaannya terhadap dunia, wanita, anak keturunan, deposito, royalti, aset dan kekayaan.

Untuk mendapatkan uang 100 juta rupiah lagi berkah, setidaknya ada beberapa hal yang harus kita lakukan.
  1. Berdoa dengan sungguh-sungguh.
  2. Miliki impian.
  3. Mulailah berbisnis.
  4. Dhuha, Baca Quran, Sedekah.

Setidaknya itu yang harus kita lakukan.

Banyak orang yang hanya melakukan nomor 2 dan 3 saja. Seperti saya dulu. Dulu, saya pernah pernah berbisnis yang alhamdulillah berjalan 3 tahun gak maju-maju, malah bangkrut dan tutup deh.

Sebenarnya untuk mendapatkan 100 juta rupiah bahkan lebih, dengan riyadhoh 40 hari saja sudah cukup. Jika riyadhohnya dilakukan dengan sungguh-sungguh, bukan hal mustahil Allah menurunkan kekayaan dunia kepada kita. Bahkan bukan hanya dunia, kekayaan akhirat pun pasti Allah berikan.

Silahkan baca riyadhoh 40 hari menjadi kaya.

Inti dari isi riyadhoh adalah mendekat kepada-Nya. Kepada Allah SWT. Riyadhoh itu benerin yang wajib, hidupkan yang sunnah. Benerin shalatnya, benerin shalatnya, benerin shalatnya. Lengkapi dengan yang sunnah-sunnahnya. Itu saja. Tidak ada amal-amalan yang aneh-aneh.

Yakin bahwa Dia-lah yang Maha Pemberi Rezeki. Maha Kaya. Maha Mengayakan. Maha Mengabulkan. Maha Penolong. Maha Pemilik Dunia.

Angka 100 juta bukanlah angka yang besar bagi Allah. Kita-nya aja yang merasa bahwa uang 100 juta itu besar. Padahal ada yang lebih besar, yakni apa? siapa? Allah Yang Maha Besar. Allahu Akbar.

Baiklah.

Doa Nabi Sulaiman!

Hal pertama yang harus Anda, saya dan kita semua lakukan adalah berdoa. Doa yang sungguh-sungguh. Cari doa-doa yang mustajab. Cari waktu-waktu doa yang mustajab. Kemudian lengkapi dengan amalan sunnah. Bisa berupa baca Quran, baca Waqiah, baca Sholawat, shalat malam, shalat dhuha, shalat hajat. Dan jangan lupa sedekah.

Seperti apa kalimat doanya? Bebas. Pake bahasa Indonesia juga bisa. Bahasa daerah juga boleh. Lebih top lagi, kalau pake doanya Nabi Sulaiman seperti ini:

Doa Nabi Sulaiman as.

"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi." (QS. Shaad ayat 35)

Nabi Sulaiman AS adalah salah satu Nabi yang wajib kita imani. Nabi yang diberikan kekayaan dan kerajaan. Nabi saja yang sudah Allah jamin kehidupannya, masih mau berdoa. Kita? Masa, kita yang hidupnya biasa-biasa aja gak mau berdoa. Seharusnya kita lebih kenceng lagi berdoa.

Nabi Sulaiman berdoa agar diberikan kerajaan.

Dalam konteks kekinian, makna kerajaan itu luas. Bisa jadi kerajaan bisnis. Bukan sekedar 100 juta per bulan, tapi berupa keajaan bisnis yang bisa menghasilkan 100 juta setiap hari, setiap jam. Bolehkah kita berdoa seperti itu 'meminta kerajaan bisnis'? Boleh. Nabi Sulaiman sudah mencontohkannya. Dan doa tersebut diabadikan dalam Al Quran.

Baca Juga : Doa agar cepat kaya

Salah satu waktu doa yang mustajab itu adalah doa setelah shalat fardhu. Baca doa Nabi Sulaiman tersebut dengan khusyu', penuh harap dan yakin. Yakin bahwa Allah Maha Mengabulkan Doa. Maha Pemberi. Maha Pembuka Rezeki. Insya Allah, doa kita pasti dikabul. Hajat 100 juta rupiah pasti dikabul.

Silahkan baca cara agar doa cepat terkabul

Ciri berdoa yang sungguh-sungguh adalah dilakukan secara konsisten. Setiap hari. Minimal setiap selesai shalat fardhu. Tanpa bolong sehari pun. Silakan Anda buat program '40 hari berdoa'. Kemudian buat daftar ceklis sederhana, seperti ini:

Setiap selesai shalat kemudian Anda berdoa, beri tanda ceklis. Jika tidak berdoa, kosongkan atau tanda strip. Jika ternyata di akhir program Anda banyak bolongnya, maka Anda tidak berdoa dengan sungguh-sungguh.

Sederhana. Namun ngefek luar biasa. Selama ini kan kita mengaku sudah berdoa dengan sungguh-sungguh. Tapi dengan dibuat daftar ceklis seperti di atas, itu membuktikan bahwa apakah benar kita sungguh-sungguh berdoa atau tidak.

Miliki Impian

Tahapan berikutnya adalah miliki impian. Impian itu macam-macam. Ada yang ingin pergi haji, ada yang ingin menghajikan orang tua, ada yang ingin mempuyai rumah, ada yang ingin agar punya anak, ada yang ingin agar ketemu jodoh, ada yang ingin bisnisnya lancar. Dan lain sebagainya.

100 juta rupiah pun termasuk impian. Cuma. Ketika tercapai angka 100 juta rupiah, mau apa? untuk apa? untuk siapa?. Harus jelas dan terperinci. 

Contoh impian yang terperinci:
Ingin mempunyai penghasilan 100 juta per bulan di tahun 2017 agar bisa membangun rumah untuk orang tua.

Apa bedanya bermimpi dengan mengkhayal? Perbedaanya ada pada: pikiran, perasaan dan tindakan. Mimpi itu butuh pikiran dan perasaan. Ngayal juga sama: butuh pikiran dan perasaan. Bedanya ada pada tindakan. Action. Pergerakan.

Kalau kita punya keinginan dapat penghasilan 100 juta per bulan dan tidak ada action-nya, itu namanya mengkhayal. Kalau kita mimpi ingin punya mobil fortuner, pajero, CRV, terus kita gak ngapa-ngapain, Itu namanya mengkhayal.

Harusnya bagaimana? Harusnya ada usaha untuk mewujudkan impian itu. Dengan cara apa? Cobalah iseng-iseng datang ke dealer mobil. Datangin salesnya. Ambil brosurnya. Terus coba masuk mobilnya. Rasakan. Rasakan. Rasakan mobil baru. Aromanya. Feelnya. Ini akan lebih ngefek, ketimbang kita menghayal doangan.

Kalau ingin punya 100 juta per bulan pun, sama. Jangan cuma di-khayal. Coba cari sendiri caranya, bagaimana caranya agar bisa merasakan. Merasakan angka 100 juta. Lihat, rasakan. Rasakan feelnya.

Apa pun impiannya, bawa impian tersebut dalam doa, bawa di atas sejadah. Agar Allah memudahkan kita menggapainya. Agar impiannya menghampiri kita.

Memulai Bisnis

Bisnis apa yang bagus? Bisnis yang bagus adalah bisnis yang dibuka, bisnis yang segera dimulai. Sebagus apa pun konsep bisnis Anda, jika tidak dimulai, ya sama saja, itu hanya akan menjadi konsep belaka.

Jika masih bingung mau bisnis apa, cobalah dari mulai hal-hal kecil. Contoh: usaha cemilan, usaha makanan ringan, usaha laundry, sewa alat makan/prasmanan, sewa tenda, usaha catering, dan masih banyak lagi. Masih bingung juga? Bantu jual dagangan orang lain.

Langkah awal memulai bisnis adalah mengajak Allah berperan dalam bisnis kita. Maksudnya? Awali dengan doa. Mintalah kepada Allah agar memudahkan jalan bisnis, membukakan pintu-pintu rezeki, membukakan hati calon customer, dsb.

Langkah selanjutnya adalah bidik usaha apa yang bisa menghasilkan omzet 100 juta per bulan. Contoh: jual beli mobil, jual beli rumah, dsb. Kemudian pelajari. Kuasi ilmunya. Kuasai teknisnya. Kuasai cara pemasarannya.

Faktor X

Ini Penting. Faktor x atau faktor kali adalah penentu seberapa besar penghasilan Anda. Bisnis apa pun, bisa menghasilkan angka 100 juta per bulan jika memakai faktor kali atau bahasa kampungnya leverage.

Saya ilustrasikan begini:
Tukang sate. Penghasilannya 1 juta sehari atau 30 juta per bulan. Bisakah ia punya penghasilan 100 juta per bulan? Bisa, jika ia punya 4 cabang. 4 cabang ini adalah faktor kali. 4 cabang x 30 juta = Rp. 120.000.000.

Dhuha, Baca Quran, dan Sedekah

Dari dulu sampai sekarang, orang berjuang di dunia ini untuk mendapatkan dua hal: kaya dan bahagia. Namun, sedikit orang yang bisa mendapatkan keduanya.

Kaya itu penting. Menjadi jutawan juga penting. Namun, bahagia jauh lebih penting. Kunci hidup bahagia adalah dengan bersyukur dan melihat ke bawah.

Untuk bisa meraih kekayaan dengan cepat secepat-cepatnya adalah dengan banyak bersyukur dan bersedekah. Donasi, sumbangan atau apa pun istilahnya yang penting niatnya satu: berbagi dengan orang lain.

Syukuri hidup kita yang sekarang. Sudah punya Honda Jazz, syukuri, nikmati. Sudah punya avanza, syukuri dan nikmati. Sudah punya Vario, syukuri dan nikmati. Sudah punya bisnis syukuri dan nikmati. Sudah jadi karyawan, syukuri dan nikmati. Sementara yang lain banyak yang antri berjam-jam untuk mendapatkan pekerjaan.

Bicara sedekah, bicara soal rezeki. Bicara rezeki sama dengan bicara soal kekayaan. Percaya atau tidak, sedekah bisa membuat Anda kaya. Bukan hartanya yang berkurang, tapi malah mengundang potensi rezeki yang lain.

Harta itu sama halnya makan makanan. Kalau kita terus makan dan tidak ada pembuangan, maka kita akan jatuh sakit bahkan dekat dengan kematian. Begitu pun dengan harta, kalau terus menumpuk dan tidak ada sedekahnya, maka itu akan menjadi penyakit.

Syukur dan sedekah itu bisa membuat bahagia. Orang yang bahagia akan bekerja lebih baik dan efektif dibanding orang yang bekerja sambil mengeluh. Inilah yang kemudian akan membuat seseorang mencapai tujuannya dengan segera, misalnya menjadi cepat kaya raya.

Syukur dan sedekah terbukti ampuh dan mujarab dalam meraih kekayaan. Sudah banyak yang membuktikan. Seperti: Yusuf Mansur, Ippho Santosa, Akhmad Bashori, Tendi Murti, Teuku Wisnu, Mas Mono, dan masih banyak lagi.

Banyak orang yang melewatkan dua hal ini: syukur dan sedekah. Padahal esensi dari kekayaan adalah syukur dan mau berbagi dengan yang lain.

Shalat dhuha, Baca Quran dan Sedekah adalah wujud rasa syukur kita kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'ala. Shalat dhuha memang shalat minta kekayaan. Tapi jika dilakukan secara konsisten dan  rajin, kita baru akan menyadari bahwa apa yang kita lakukan dengan dhuha bukan sekedar minta dunia, minta kekayaan. Melainkan, wujud rasa syukur atas segala nikmat yang Allah berikan.

Akhir kata, apa pun impian Anda, impian kita, jangan lupa libatkan Allah dalam segala kondisi.

Tidak ada impian kecuali dia jadi ibadah, kalau kita sampaikan kepada Allah SWT impian itu. Dan tidaklah juga impian yang sempurna, kecuali dia mimpi bukan untuk dirinya sendiri, tapi buat agamanya Allah, buat alam ini, buat semesta dan buat sebanyak-banyaknya manusia. (Ust. Yusuf Mansur)

Wassalamu 'alaikum.
Urif Hidayat

[Kunci Hidup Bahagia]: Agar Hidup Makin Bahagia, Lakukan 3 Hal ini

Kunci Hidup Bahagia - Apakah Anda bahagia? Menurut psikolog Jessamy Hibberd, hal-hal kecil bisa berdampak besar dan membuat hati kita bahagia. Seperti bertemu teman, tertawa, bersyukur, dan berbagi. Inilah hal-hal kecil yang ia sarankan.


Btw, negara mana yang paling berbahagia? Survei World Happiness Report merilis, ternyata Denmark berada di peringkat pertama sebagai negara paling berbahagia di dunia. Sementara, Burundi, berada di posisi paling buncit.

Laporan itu juga memuat negara-negara yang memiliki kesenjangan sosial yang lebih sedikit ternyata warganya hidup jauh lebih bahagia. Swiss, Islandia, Norwegia dan Finlandia, layaknya Denmark, adalah negara-negara yang paling baik dalam jaminan keamanan sosial. Dan mereka adalah lima besar sebagai negara paling berbahagia.

Posisi Amerika Serikat berada di peringkat ke-13. Nomor paling buncit dari 156 adalah Burundi, bukan Suriah. Burundi mengalami banyak kekerasan serta gonjang-ganjing politik. Bahkan negara itu dianggap paling tak bahagia dibanding Suriah.

Indonesia berada dalam tingkat kebahagiaan di posisi 79. Rusia di peringkat 56 dan Jepang di peringkat 53. Laporan itu dirilis UN's Sustainable Development Solutions Network, dari Gallup World Poll yang mensurvei 1.000 orang dari setiap negara. Proses tersebut dihelat selama 3 tahun berturut turut.

Mungkin Anda bertanya, “Bisakah bahagia, sementara kita belum punya apa-apa?” Ternyata bisa. Penjelasan berikut ini sangat penting. Saya berharap Anda mau membacanya sampai tuntas dan mau men-share-nya.

Bukan apa-apa, agar Anda dan keluarga Anda bisa bahagia, selalu, tanpa ketergantungan terhadap uang atau apapun. Apalagi bergantung pada pemerintah. Lantas, bagaimana caranya bahagia, padahal kita belum punya apa-apa? Percayalah, ini soal keputusan, bukan soal kepemilikan.

"Saya memutuskan untuk bahagia," Batinkan seperti itu. Sekali lagi percayalah, ini soal keputusan. Kalau Anda menganggap 'punya rumah, baru bisa bahagia' maka anggapan itu cuma bertahan 12 bulan sampai 24 bulan. Nggak lama. Tapi kalau Anda memutuskan untuk bahagia entah punya atau belum punya, maka keputusan itu akan berdampak lebih lama.

Kunci hidup bahagia adalah, pertama jangan pernah menggantungkan kebahagiaan pada hal-hal yang bersifat eksternal seperti rumah, mobil, dukungan masyarakat, kebijakan pemerintah, dst. Hendaknya digantungkan pada hal-hal yang bersifat internal seperti pikiran, perasaan, dan keputusan.

Kedua, jangan membandingkan kehidupan Anda dengan kekayaan orang lain. Standar kekayaan sebenarnya adalah perbandingan kehidupan kita sekarang dengan kehidupan kita di masa lalu. Bukan dibandingkan dengan kekayaan orang lain.

Selanjutnya, jangan lupa perbanyak dzikir, shalawat, dan membaca Al Quran. Dzikir itu bisa menentramkan hati dan pikiran. Begitu pun sama halnya dengan membaca Al Quran. Al Quran bisa menyejukkan hati para pembacanya.

Bagi Anda yang saat ini merasa kurang bahagia, gundah gulana, atau galau tingkat tinggi berikut ini ada sebuah video yang barangkali bisa mengobati hati dan pikiran. Selamat menonton.

Urif Hidayat

Agar Al Maidah Tidak Dinistakan, Ini Caranya

Sharing sedikit terkait agama dan kekayaan. Mudah-mudahan ini bisa membuka mata Anda, terutama bagi orang yang selalu nyinyir terhadap kekayaan.

Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau lebih leluasa untuk ber-dhuha dan tidur siang (jangan salah, ini sunnah). Ketika resepsi, engkau pun mampu menyiapkan tempat duduk untuk seluruh tamu yang menghadiri, sehingga mereka tidak perlu lagi makan sambil berdiri (katanya, ini standing party, padahal melanggar perintah Nabi).


Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau bisa memilih business class ketika terbang antar benua selama belasan jam. Di sini engkau bisa tidur dengan rebahan dan menghadap ke sisi kanan (lagi-lagi ini sunnah, bukan cerita rekaan). Kalau di economy class, maaf, engkau tidur sambil duduk dan kurang nyaman. Mungkin engkau sanggup, tapi apakah orangtuamu sanggup dan merasa nyaman?

Jadilah miliarder. Mudah-mudahan engkau lebih leluasa untuk membangun mall sendiri dan musholla yang benar-benar layak di dalamnya. Tidak sempit, tidak pengab, tidak panas, tidak jauh, dan senyaman-nyamannya. Engkau pun bisa membangun rumah sakit dan sekolah, sekaligus menolong mereka-mereka yang lemah namun tetap memerlukan layanan kesehatan dan pendidikan dengan selayak-layaknya.

#JadilahMiliarder. Mudah-mudahan engkau lebih lantang dalam bersikap dan bersuara, terutama hal-hal yang prinsip, misalnya saat Al-Maidah dinistakan. Maaf, kalau engkau lemah finansial, engkau gampang ditekan dan gampang diarahkan.

Sekiranya engkau miliarder, engkau pun bisa membangun media yang menarik, terpercaya, dan membela kebenaran.

Belum bisa? Niatkan. Ikhtiarkan. Dan saling mendoakan. Percayalah, ini bukan khayalan. Kan ada Allah yang maha kaya lagi maha memampukan. Semoga di antara kita ada yang berhasil mewujudkan dalam kenyataan. (Ippho Santosa)

Kalau engkau memang peduli, bantu share tulisan ini, semoga banyak pembaca yang mengamini.
Urif Hidayat

4 Roda Penggerak Ekonomi Keluarga Agar Menjadi Kaya Raya

4 Roda Penggerak ekonomi keluarga agar menjadi kaya raya. Sebuah wasilah untuk meraih kekayaan dan kebahagiaan. Nasib berubah, keluarga sejahtera.

Seorang muslim yang baik itu adalah muslim yang kaya dan bahagia di dunia dan di akhirat. Tidak hanya di akhirat saja, di dunia pun kita harus kaya dan bahagia. Ini sangat sesuai dengan doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada ummatnya, yakni:

Rabbanaa aatina fiddunya hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qina 'adzaabannaar.
(Yaa Allah, Yaa Tuhan kami. Datangkanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. dan bebaskanlah kami dari siksa api neraka.)

4 Roda Penggerak Ekonomi Keluarga Agar Menjadi Kaya Raya

Dalam konteks kekinian, kebaikan yang dimaksud adalah kekayaan, keberlimpahan, kebahagiaan, keselamatan, kesejahteraan, dan kesuksesan.

Bicara soal bahagia dan kekayaan, selama berabad-abad manusia berjuang akan dua hal ini. Sayangnya, apa yang terjadi kemudian adalah sebagian besar manusia tidak bisa mendapatkan kedua-duanya. Melainkan hanya sebagian kecil saja.

Ada orang kaya raya, hartanya berlimpah, mobilnya banyak, apakah ia bahagia? Belum tentu.

Seseorang mungkin berpikir kalau ia menjadi manajer, ia akan bahagia. Padahal belum tentu. Begitu ia menjadi manajer ia akan berpikir menjadi direktur. Begitu menjadi direktur, ia akan berpikir menjadi komisaris.

Kebahagiaan itu berasal dari dalam diri kita. Bukan dari luar. Bukan dari apa-apa yang kita miliki. Kunci bahagia itu adalah bersyukur dan melihat ke bawah (orang lain yang keadaannya lebih rendah dari kita).

Di sisi lain, kita pun harus berpikir bagaimana menjadi orang kaya. Orang kaya yang bahagia. Orang kaya yang sholeh. Orang kaya yang dermawan. Orang kaya yang mau membantu orang lain tanpa pamrih.

Bahagia saja tidak cukup. Mesti kedua-keduanya. Dan Nabi Muhammad SAW sudah mengajarkan hal ini kepada kita.

Lalu apa kunci kaya dan bahagia?

Kunci kaya dan bahagia adalah berdoa. Simple kan? Yang menjadi masalah kita saat ini adalah kita-nya yang jarang berdoa. Jujur deh ya.

Kunci berikutnya adalah terus berjuang memutus tali kemiskinan, lalu lihatlah ke bawah agar kita tidak sombong dan berbangga diri.

Kemudian, lengkapi dengan ilmu. Belajar. Belajar ilmu dunia dan ilmu akhirat. Ilmu dunia, yakni ilmu uang.

Kunci Kaya dan Bahagia itu berdoa, berjuang, dan belajar.

Mengenai ilmu uang, ini sangat jarang sekali diajarkan di sekolah. Bahkan tidak pernah. Kalaupun ada, ilmu yang diajarkan adalah ilmu menghitung uang orang lain. Seberapa penting sih kita belajar ilmu uang? Yakni sebesar harapan kita untuk mengubah nasib.

Baiklah. Di bawah ini, saya mencoba menjelaskan sedikit mengenai apa saja ilmu uang yang harus kita pelajari. Sekali lagi, sedikit. Sisanya, silahkan anda pelajari dalam artikel lain.

Ada 4 jalur cepat untuk menjadi kaya. Setidaknya, ini saya sebut sebagai 4 Roda Penggerak Ekonomi Keluarga. Seperti mobil 4WD, harus bergerak keempat-empatnya.

4 roda itu adalah:
  • Sedekah
  • Bisnis
  • Investasi
  • Properti

Untuk menjadi kaya, kita harus tahu dulu apa mainannya orang kaya. 4 hal inilah yang menjadi mainan bagi orang kaya. 4 hal ini pun yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat-sahabatnya, agar keluarga muslim bisa menjadi kaya. (silahkan baca mengapa muslim harus kaya)

Mari kita bahas satu per satu.

Sedekah bisa membuat Anda kaya

Sebisa mungkin, berapa pun penghasilan Anda selalu sisihkan untuk sedekah di awal gajian. Nilainya terserah. Mau 2,5%, 10%, 20% atau 30%. Yang terpenting adalah alokasikan dulu untuk sedekah sebelum membayar yang lain-lain atau kebutuhan lain.

Sedekah itu wujud rasa syukur kita kepada Yang Di Atas. Banyak ayat Al Quran dan Hadits yang menyerukan ummat muslim untuk sedekah. Baik di saat lapang, maupun sempit. Dan sedekah selalu disandingkan dengan shalat. Artinya, sedekah itu setara dengan shalat. (maaf, bukan berarti kita tidak perlu shalat karena sudah bersedekah. Itu salah.)

Sedekah itu tidak perlu menunggu kaya. Justru sedekah bisa membuat seseorang menjadi kaya. Balasan sedekah itu nilainya 10 kali lipat bahkan sampai tak terhingga. Namun, jangan diasumsikan Anda sedekah 10 roti lalu Allah balas dengan 100 roti. Bukan.

Yusuf Mansur, Ippho Santosa, Sandiaga Uno, Mas Mono itu mainnanya sedekah.

Sedekah boleh dilakukan secara diam-diam atau terang-terangan. Yang terpenting, semoga Allah SWT menjaga hati kita. Yang salah adalah diam-diam gak sedekah.

HATI-HATI!
Belakangan ini banyak orang yang memanfaatkan sedekah, memanfaatkan "hati orang yang mau bersedekah." Jangan sampai kita terjebak. Selengkapnya silahkan baca Sedekah kepada Pengemis, Bolehkah?.

Bisnis itu 90% pintu rezeki

9 dari 10 pintu rezeki itu ada dalam perniagaan. Artinya 90% jalan rezeki itu ada dalam bisnis, usaha, dagang. Sisanya? 10% lagi diperebutkan oleh karyawan, pekerja, satpam, PNS, dan seterusnya.

Banyak orang tidak berani berbisnis. Karena mungkin takut jatuh miskin, takut bangkrut, penghasilan tidak pasti, dan penuh resiko. Sehingga, bisnisnya gak jadi-jadi. Penuh ketakutan.

Namun, itu semua bisa kita hadapi dengan cara berdoa dan mau belajar. Ini yang membedakan pengusaha muslim dengan pengusaha yang lain. Kita awali usaha kita, bisnis kita dengan doa. Doa agar Allah SWT memudahkan jalan, agar Allah SWT memudahkan rezeki, mendatangkan pelanggan yang bagus, bisnis lancar, dan keluarga sejahtera. Kemudian lengkapi dengan belajar pada ahlinya. Bukan coba-coba. Kalau bisnis coba-coba, laamaa hasilnya. Setidaknya, dengan belajar kita bisa meminimalisir kegagalan.

Orang lain yang sudah kaya dan sukses, mereka mau berbagi ilmu kekayaan lewat seminar-seminar dan buku. Yang menjadi masalah adalah kita yang belum kaya gak mau belajar, gak mau ikut seminar dan gak mau membaca buku. Kita lebih banyak nonton tv. Iya kan?

Saya melihat dan memperhatikan sebagian teman saya yang sukses adalah orang-orang yang mau berbisnis, berusaha, dagang. Ada yang berbisnis di dunia wisata, di dunia percetakan, di dunia kuliner, berdagang di pasar, dan ada pula yang mempunyai sekolahan. Rata-rata mereka sukses. Hidup mereka di atas rata-rata.

Sebagian teman saya yang lain ada yang menjadi karyawan atau bekerja pada orang lain. Hidupnya biasa-biasa saja. Maaf, bukan mengucilkan melainkan saya ingin mempertegas mana orang yang mau berjuang berubah hidup dan mana orang yang pasrah.

Seorang karyawan pun bisa kaya. Seorang pekerja pun bisa kaya raya. Asal... pekerja yang mau berbisnis. Bisnis di luar jam kerja. Atau, pekerja yang mau berinvestasi.

Bersambung....

Urif Hidayat

Mengapa Muslim Harus Menjadi Kaya Raya? Ini Alasannya!

Mengapa Muslim Harus Menjadi Kaya Raya? Jawabannya adalah sederhana. Agar ummat Islam bisa memelihara agama Allah SWT. Pesan saya "Pergunakanlah hartamu ala kadarnya, selebihnya biarlah agama yang menikmatinya."


Menjadi kaya adalah impian hampir semua orang. Kaya adalah sifat Allah. Al Mughniy, Al Ghony, Ar Rozzaaq. Sifat Allah tersebut yang disematkan kepada manusia menjadikan manusia ingin berkalungkan kekayaan. Namun cara manusia mendapatkannya ternyata beragam. Mulai dari cara-cara halal sampai cara-cara syirik yang menyesatkan. Bahkan, ada pula yang meraihnya dengan cara menipu orang lain, salah satunya dengan SMS penipuan.

Tentunya, cara yang paling baik adalah cara-cara yang diridhoi Allah. Cara-cara yang halal. Karena kekayaan yang sesungguhnya adalah kekayaan yang bisa membawa manfaat dunia dan akhirat. Ingat! Dunia dan akhirat. Bukan hanya di dunia. Bukan hanya di akhirat.

Mengapa Muslim Harus Kaya?

Karena kekayaan adalah kekuatan. Muslim yang kaya merupakan muslim yang kuat. Insya Allah, agama ini pun menjadi kuat. Kenyataan yang terjadi sekarang ini, jumlah pengusaha muslim lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah pengusaha yang lain. Maka, jangan salah jika semakin ke sini, agama Islam semakin disudutkan.

FYI, para wali songo adalah orang-orang kaya. Mereka berjuang demi agama. Mereka berdakwah dengan HARTA dan JIWA.

Pendiri Muhammadiyah dan NU adalah orang kaya.

Khaifah Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan adalah orang kaya.

Nabi Muhammad SAW adalah orang kaya.

Saran saya, janganlah terlalu nyinyir terhadap kekayaan. Jangan terlalu takut atau malu untuk berdoa kepada Allah minta kekayaan. Jangan takut berdoa lantaran kita dengerin kata orang "berdoa kok minta kaya?" Yakinlah seyakin-yakinnya. Kalau kita serius berdoa, maka segala hajat itu (termasuk kekayaan) akan terkabul.

Saya berharap, teman-teman yang sedang menjalani riyadhoh (3 hari, 7 hari, 40 hari) tetap diberikan kekuatan untuk menjalankan amal baiknya, meskipun sudah tercapai hajatnya. Meskipun sudah menjadi kaya. Konsistensi itu penting.

Selain itu, dengan kaya kita bisa menghidupi keluarga, anak, istri. Kehormatan pun terjaga. Martabat keluarga terjaga.

Dengan kaya, kita bisa membantu orang lain. Betul, membantu tidak harus melulu pake uang. Kita bisa membantu orang lain dengan cara memberikan lapangan pekerjaan dan sebagainya.

Dengan kaya, kita bisa membangun pesantren. Yang lebih kita perlukan sekarang adalah pesantren bukan membangun mesjid. Pesantren itu adalah ladang amal jariyah yang sangat besar. Pesantren bisa membentuk karakter bangsa kita di masa depan.

Ada beberapa amal ibadah yang harus ditunaikan dengan harta (uang). Seperti: zakat maal, zakat fitrah, umroh, haji, qurban, aqiqah, wakaf, dan sebagainya. Dengan kita kaya, Insya Allah kita bisa melakukan amal ibadah tersebut.

Selama ini, kebanyakan orang menganggap orang kaya itu jahat. Orang kaya itu koruptor. Orang kaya itu menghalalkan segala cara.

Ingat ya, kekayaan itu akan menjadi malapetaka jika berada di tangan orang tidak yang tepat. Sebaliknya, kekayaan itu akan membawa manfaat jika berada di tangan orang baik.

Namun perlu digaris bawahi bahwa kekayaan menurut agama islam tidaklah sama dengan pemahaman kekayaan pada umumnya.

Kekayaan menurut islam adalah kekayaan yang mampu memberikan manfaat untuk umat sebanyak-banyaknya. Menebar kesejahteraan bagi orang lain. Kekayaan di dunia bukan untuk berbangga diri, sombong dan terlena dengan kenikmatan semu. Tapi, kekayaan untuk melayani dan menjaga alam sebagai tugas utama khalifah.

Tentu, ini jangan dimaknai bahwa kaya itu tidak perlu. Jelas perlu. Sangat perlu. Prinsip yang paling bagus adalah "Terus berjuang merubah nasib. Terus berjuang memutus tali kemiskinan. Namun, setelah itu jangan lupa melihat ke bawah."

Agar kita selalu bersyukur. Agar kita terhindar dari sombong dan terlena dengan dunia.

Terkait dengan kekayaan, silahkan baca artikel berikut ini yang di dalamnya dibahas tentang wasilah kekayaan.

Apa yang harus kita lakukan?

1. Awali dengan doa. Mulai sekarang, silahkan berdoa agar ummat Islam diberi amanah untuk menjadi kaya. Ini doanya. Doa agar menjadi kaya raya.

2. Lengkapi dengan ikhtiar. Usaha. Pelajari apa saja yang biasa dilakukan oleh orang-orang kaya sebelum mereka menjadi kaya.

3. Ikhtiar langit pun perlu. Lengkapi dengan perkara yang wajib dan sunnah. Sepeti Shalat Sunnah Dhuha, Tahajjud, dan rutin membaca Surat Al Waqiah.

4. Jangan lupa sedekah. Sedekah tidak perlu menunggu kaya. Justru, sedekah bisa membuat kita kaya raya. Dan sedekah tidak melulu harus dengan uang. Bisa dengan emas, tabungan, atau wakaf tanah.

5. Lakukan sekarang juga.

Urif Hidayat

Kunci Rahasia Agar Menjadi Miliarder Kaya Raya

Kunci Rahasia Agar Menjadi Miliarder Kaya Raya. Muslim itu harus kaya. Harus jadi miliyarder, agar bisa menjadi ummat yang bermanfaat bagi negeri ini.


Beberapa bulan terakhir ini, website ini lebih banyak membahas tentang kekayaan. Bukan apa-apa. Bukan tanpa alasan. Juga bukan berarti saya termasuk orang kaya. Saya hanya berusaha bagaimana caranya agar banyak muslim di negeri ini menjadi kaya raya.

Saya sangat mendambakan banyak kawan-kawan muslim di negeri ini bisa menjadi kaya sehingga bisa lebih banyak bermanfaat untuk orang lain, bisa membangun pesantren (kalau membangun mesjid sudah banyak), bisa mendirikan sekolah berbasis tauhid dan islami, bisa menjadi motor penggerak generasi bangsa, dan seterusnya.

Jika banyak muslim kaya dan dermawan, maka untuk membangun mesjid saja tidak perlu meminta-minta sumbangan di jalan raya. Itu mengganggu dan membuat citra muslim menjadi kurang baik.

***
Apakah Anda berhasrat menjadi Miliarder? Apa sih definisi Miliarder itu?

Untuk bisa memahaminya, kita bisa melihat dari sisi kepemilikan aset. Sekali lagi ASET. Seseorang bisa dianggap sebagai miliarder kaya raya jika ia sudah mempunyai aset (dalam bentuk tabungan, properti, saham, atau emas) di atas nilai Rp 5 Miliyar – di luar nilai rumah konsumtif yang ditempati.

Atau kita juga bisa melihat dari sisi penghasilan. Income. Seseorang bisa dianggap miliyarder jika total penghasilannya sudah diatas Rp 1 Milyar dalam setahun. Atau sekitar Rp 100 juta per bulan.

Jangan buru-buru memandang sebelah mata terhadap kekayaan. Dalam sebuah artikel online saya baca;
Terlalu sering nyinyir pada kata KAYA, hanya akan membuat rezeki barokah akan menjauh darimu. Terlalu mudah nyinyir pada kekayaan, hanya akan membuat tembok penghalang yang selalu menjauhkan dirimu dari rezeki yang melimpah.

Saya sangat TIDAK SUKA ya dengan komentar-komentar yang menganggap remeh terhadap uang dan kekayaan.
  • "ngapain kaya mas, toh harta kekayaan tidak akan dibawa mati. Harta tidak dibawa mati"
  • "ngapain jadi milioner mas, yang penting bahagia." 
Ini jelas SALAH.

Kekayaan bisa dibawa mati, jika kekayaan itu kita gunakan untuk memberangkatkan orang tua naik haji, membiayai sekolah aak yatim, mobil mewahnya dibawa untuk menuntut ilmu (mengaji, seminar, pelatihan), membuat sekolah gratis, dan amal-amal baik lainnya.

Kekayaan bisa dibawa mati, jika kita bisa menebar kemakmuran kepada banyak orang di sekitar kita, apalagi ummat di negeri ini.

Boleh-lah berkata seperti itu, jika Anda sudah benar-benar kaya, atau minimal mempunyai penghasilan di atas 100 juta per bulan.

Jika yang bilang gajinya masih pas-pasan, maka ada dua kemungkinan.
  • Hanya ingin menghibur diri.
  • Orang itu mau menyembunyikan ketidak mampuannya mengubah nasib dengan sok mengeluarkan kalimat bijak.
***
Jadi apa yang harus dilakukan untuk bisa menjadi miliyarder kaya raya? Bagaimana menjadi muslim yang kaya raya?

Untuk menjadi kaya itu butuh proses. Tapi, untuk memiliki mental kaya, detik ini juga Anda pasti bisa.

Jadi, langkah awal untuk menjadi miliyarder kaya raya adalah memiliki mental kaya.

Mental kaya adalah sebuah mental yang menentukan seseorang bisa menjadi kaya atau tidak. Mental kaya itu contohnya: tidak suka meminta-minta, tidak suka gratisan, tidak iri terhadap kekayaan orang lain, lebih banyak memberi daripada menerima.

Kalau diberi ya terima. Tapi jangan minta. Pantang meminta-minta. Itu kuncinya.

Indonesia akan jadi negara HEBAT jika makin banyak penduduknya punya mentalitas miliyarder. Mental Kaya.

Sebaliknya, Indonesia akan terus jadi negara KERE jika mayoritas penduduknya punya mentalitas kere. Mental Miskin.

Urif Hidayat

Kunci Rahasia Agar Rezeki Bisa Datang Sendiri

Inilah Konsep Rezeki. Dengan memahami konsep rezeki, Anda bisa menemukan cara bagaimana agar rezeki bisa diantar oleh Allah SWT. Rezeki datang sendiri.

Manusia dan Kemilau Dunia


Tidak banyak orang tahu bahwa manusia dan kemilau dunia sudah Allah pasangkan secara kodrati. Sudah takdir. Sudah sunatullah.

Kita sebagai manusia, makhluk Allah SWT yang paling mulia, memang diciptakan berikut dengan hawa nafsu untuk mencintai dunia. Makhluk yang lain? Tidak. Lihat saja kambing. Kambing tidak suka dengan mobil mewah. Lihat pula semut. Apakah semut suka dengan uang? Yang semut butuhkan adalah gula sebegai sumber energi.

Berbeda dengan manusia. Deposito, mobil mewah, rumah mewah, anak shaleh, keturunan, istri, wanita cantik. Secara naluri, memang sudah Allah pasangkan itu semua untuk manusia.

Mau tahu ayatnya? Simak firman Allah berikut ini.
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik. (QS Ali Imraan: ayat 14)
Jadi, kalau kita suka dengan dunia itu wajar. Kita berdoa kepada Allah berharap dunia, itu wajar. Kita berdoa minta rezeki yang banyak, itu wajar. Kita berdoa minta rumah yang bagus untuk membahagiakan keluarga, itu wajar. Kita berharap bisa melunasi hutang, itu wajar. Kita berdoa minta uang yang banyak agar bisa bermanfaat untuk orang lain, itu wajar.

Lalu apa yang tidak wajar? Meminta dunia kepada SELAIN ALLAH. Itu yang TIDAK wajar.

Kalau Anda ingin mempunyai mobil mewah, lalu berharap kepada sang DUKUN, itulah yang tidak wajar.

Saya tidak suka ya dengan orang-orang yang bicaranya asal bicara, tanpa dasar, dan keyakinannya setengah-setengah. Sering ya kita mendengar orang lain yang berkata:

“berdoa kok berharap dunia?”
“sedekah kok pengen dibalas?”
“ibadah kok ingin dunia?”
“shalat kok ingin kaya?”

Sebagai muslim yang beriman, YAKIN-lah bahwa Allah SWT satu-satunya Tuhan. Hanya Allah-lah Sang Pemilik Dunia dan segala isinya. Jika bukan kepada Allah kita berharap dunia, lalu kepada siapa kita berharap? Tolong dijawab!

Andai kita ingin mempunyai mobil (untuk membahagiakan keluarga kita), apakah ada orang lain yang mau ngasih?

Andai kita sedang dililit utang yang banyak, apakah ada orang lain yang mau melunasi hutang kita?

Kita tidak punya uang, lalu kita meminta kepada orang lain, yang ada malah kita menjadi hina. Bukan uang yang kita dapatkan, malah hinaan yang kita telan.

***

Sekali lagi, jika kita ingin berubah hidup, jika kita ingin menjadi kaya, jika kita ingin mempunyai kekayaan harta yang banyak, mintalah kepada Allah SWT. Berdoa.

Kalaupun kita terpaksa meminjam uang kepada orang lain untuk melunasi hutang, baiknya berdoa dulu kepada Allah. Berdoa agar Allah memudahkan jalan keluar dari masalah kita. Masalah hutang.

Kalaupun kita terpaksa harus kredit mobil, baiknya berdoa dulu kepada Allah. Siapa tahu, tanpa harus kredit, kita bisa mendapatkan mobil yang kita idamkan.

Jadi, langkah pertama adalah Allah. Berdoa kepada Allah SWT. Selanjutnya, lengkapi dengan ikhtiar. Lengkapi dengan usaha.

Konsep Rezeki


Kesenangan dunia yang tidak membawa kepada kesenangan negeri akhir adalah kesenangan yang sia-sia.

Konsep rezeki adalah apa yang Allah berikan untuk kita. Rezeki adalah apa yang segala Allah berikan untuk bisa kita nikmati. Rezeki bukan hanya uang.

Banyak orang yang berdoa minta “rezeki yang banyak”, padahal maksud dalam hatinya adalah “uang yang banyak”. Walhasil, jangan heran apabila kita tidak mendapatkan uang yang banyak. Rezeki itu umum. Kesehatan juga rezeki. Bahkan, kesehatan adalah harta yang paling berharga. Jadi, jika kita berdoa meminta rezeki yang banyak, sementara badan Anda sehat-sehat saja, keluarga juga sehat, itu tandanya Allah sudah mengabulkan doa kita. Meskipun kenyataannya kita masih kekurangan uang.

Sekali lagi rezeki bukan hanya uang. Rezeki bukan hanya harta.

Ilmu juga rezeki. Bisa membaca Al Quran juga rezeki. Bisa membaca dan menulis juga rezeki. Buktinya, dengan bisa membaca dan menulis Anda bisa bekerja dan mendapatkan gaji.

Anak juga rezeki. Apalagi anak shaleh, sholehah. Cerdas pula. Kalau ada pasangan yang belum mempunyai keturunan, kan suka ada yang bilang ya “mungkin belum rezeki kali.” Jadi, anak = rezeki.

Tidak ada-lah makhluk di dunia ini yang tidak Allah kasih rezeki. Semuanya Allah kasih rezeki. Perbedaannya, ada yang lebih banyak, ada pula yang lebih sedikit. Banyak atau sedikit rezeki itu tergantung besarnya usaha kita. Masa mau disamain antara yang malas dengan yang rajin?

Rezeki itu ada yang harus dijemput, ada pula yang diantar. Bahkan adapula yang tidak disangka-sangka. Semua tergantung usaha. Semua tergantung amal. Semakin banyak amal, semakin banyak rezeki.

Menjemput rezeki

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjemput rezeki. Secara umum, usaha secara lahiriah mutlak diperlukan. Contoh: bekerja di kantor, bekerja di pabrik, berdagang, jualan di pasar, menjadi pengusaha, menjadi developer perumahan, menjadi guru, dan sebagainya.

Namun, ada hal-hal yang bisa mempermudah proses penjemputan rezeki. Ada pula yang mempersulit proses tersebut.

Shalat lima waktu, mengajar di kelas, lembur tanpa minta dibayar, sharing ilmu melalui blog, dan segala amal baik lainnya. Semua itu bisa mempermudah proses penjemputan rezeki.

Lalu, sebaliknya segala amal buruk bisa menghambat bahkan mempersulit penjemputan rezeki. Contoh: korupsi uang, korupsi waktu, terlalu perhitungan (hanya mau bekerja jika dibayar), tidak mau membantu orang lain, pelit, pamer, ingin terlihat kaya, suka menfitnah, suka ngomongin orang, dan lain sebagainya.

Agar Rezeki Diantar oleh Allah

Kalau tadi harus menjemput rezeki, sekarang malah ada rezeki yang tidak perlu dijemput. Rezekinya sudah diantar. Rezeki datang sendiri. Bagaimana caranya? Apa Kunci Rahasia Agar Rezeki Bisa Datang Sendiri?

Jawabannya:
Lakukan amal-amalan sunnah. Tentu, jangan lupakan amal-amalan yang sifatnya wajib.

Amal-amalan sunnah yang mengundang datangnya rezeki contohnya adalah:
Shalat Dhuha, Shalat Tahajjud, Sedekah, Puasa Senin Kamis, Membaca Al Quran, Menghafal Al Quran, dan sebagainya.

Bicara Shalat Duha, selain mengundang datangnya rezeki, shalat ini bisa membuat kita bebas waktu. Bisa menikmati banyak waktu bersama keluarga, tanpa harus pusing memikirkan urusan rezeki dan keuangan. Dhuha artinya itu sama dengan waktu. Waktu dhuha. Dalam filosofi bisnis, waktu adalah uang. Betul apa betul?

Banyak orang yang mempunyai banyak uang, namun tak punya waktu. Kerja terus. Gak ada waktu untuk mendampingi keluarga, mengunjungi sahabat dan saudara, gak ada waktu jalan-jalan, gak ada waktu untuk liburan, termasuk waktu untuk shalat.

Ada pula orang yang mempunyai banyak waktu namun tak punya uang. Ini sih biasanya pengangguran. Waktunya banyak, tapi uangnya seret.

Insya Allah, jika kita rajin shalat dhuha, termasuk amal-amalan sunnah yang lainnya, perkara rezeki bukanlah hal yang susah. Rezeki bisa datang sendiri, diantar oleh Allah Yang Maha Kuasa, Yang Maha Pemberi Rezeki.

Rezeki yang tidak disangka-sangka

Kalau yang ini, hanya berlaku bagi orang tertentu saja. Tidak berlaku bagi semua orang. Hanya orang yang bertakwa yang bisa mendapatkan ini. Yang suka maksiat dan meninggalkan kewajiban, jangan harap bisa dapat ini. Jangan harap bisa mendapatkan rezeki yang tidak disangka-sangka.

Kata kuncinya adalah takwa.

Bertakwa bisa diartikan sebagai kepekaan batin yang sangat tinggi dari seseorang terhadap sesuatu yang baik maupun yang buruk, sehingga ia mampu memilih tindakan terbaik untuk dirinya.
***

Kalau dilihat secara hirarkis, tingkatan rezeki berbading lurus dengan tingkatan amal.
  • Amal standar (hanya mengerjakan yang wajib), yaa rezekinya juga standar. Amal standar, rezekinya harus dijemput.
  • Amalnya meningkat (bukan hanya yang wajib, yang sunnah pun dikerjakan), rezekinya juga meningkat. Rezeki bisa Allah antar, kapan pun kita mau. Kapan pun kita butuh.
  • Amalnya lebih meningkat lagi (dilengkapi dengan syukur, tawakkal, pasrah diri, taubat, banyak istighfar, takwa), siap-siap untuk mendapatkan suprise dari Allah. Rezeki yang tidak diduga.

Dunia ini memang disedikan untuk kita, manusia. Tapi, kita jangan memaksakan diri dengan hal-hal yang di luar batas kewajaran. Sebab bila itu terjadi, bukan dunia yang terengkuh, melainkan bayangan neraka.
Ust. Yusuf Mansur
Urif Hidayat

Seminar Rahasia Sukses Sejati, Kaya Raya, Berkah, Berlimpah


Seminar Rahasia Sukses Sejati menjadi Pengusaha Kaya Raya dan Karyawan Mapan. Sangat pas untuk Anda yang ingin sukses, mulia, berkah, berlimpah.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokaatuh.

Setelah sekian lama saya amati dan alami ternyata "miskin itu gak enak". "Gak punya uang itu perih banget. Pahit sekali." Semua orang juga tahu, ya. Hehehe.

Tapi, mengapa masih banyak orang yang masih betah berlama-lama hidup dalam kemiskinan? Bukankah Allah hanya menciptakan kekayaan dan kebercukupan?

Sebenarnya, miskin bukanlah nasib yang tak bisa diubah. Miskin bukanlah suatu takdir yang tak bisa diubah. Apa sih yang gak mungkin di dunia ini. Semua orang bisa sukses. Semua orang bisa menjadi kaya raya.

Miskin hanyalah buah dari kemalasan. Bisa jadi malas bekerja, malas belajar. Atau, bisa jadi raganya bekerja di kantor tapi pikirannya kemana-mana? Bisa jadi, kerja tapi asal kerja.

Sebenarnya:
  • Kapan kerja itu bernilai ibadah? Kapan bernilai sia-sia? 
  • Bagaimana mengatasi rutinitas kerja yang membosankan?
  • Bagaimana mengatasi utang yang melilit dan masalah yang membelit?
  • Bagaimana cara menjadi karyawan yang mapan?
  • Bolehkah kerja sambil usaha? Bagaimana solusinya?

Temukan jawabannya dalam acara seminar motivasi 'Success Protocol' yang digelar oleh mas Ippho Santosa bersama Dompet Dhuafa. Sebuah acara seminar yang banyak membahas tentang Rahasia Sukses Sejati, Kaya Raya, Berkah, Berlimpah bagi Pengusaha dan Karyawan.

Silahkan ikuti seminarnya yang akan dilaksanakan pada:
  • Ahad, 30 Oktober 2016
  • Jam 08.00 – 12.00 WIB
  • Masjid Istiqlal Jakarta
Biaya? GRATIS!

Selain Ippho Santosa, hadir juga seorang CEO perusahaan nasional dan motivator skala internasional, yang akan berbagi pengalaman soal meraih kesuksesan. Datanglah bersama teman-teman dan saudara-saudara. Ajaklah mereka sukses bersama-sama Anda.

Info lebih lengkap silahkan cari tahu di sini:


Wassalamualaikum.
Urif Hidayat

Perbedaan Kebiasaan Orang Kaya dan Orang Biasa

Orang Kaya versus Orang Miskin

Sebenarnya menjadi kaya adalah hak setiap orang. Menjadi miskin atau menjadi kaya adalah pilihan. Tidak adalah seseorang yang terlahir langsung kaya. Tidak ada seseorang yang lahir ke alam dunia ini dengan berkalungkan emas permata dan membawa segepok uang dari dalam kandungan. Semua sama. Lahir dalam keadaan miskin. Tanpa baju. Tanpa busana. Tanpa kekayaan.

Lalu, mengapa seseorang bisa menjadi kaya sementara yang lain miskin? Jawabannya, niat dan kesungguhan.

Kalau kita terlahir dari keluarga yang kaya raya dan berkecukupan, itu adalah anugerah. Sejauh mana kita bisa mensyukurinya.

Kalau kita terlahir dari orang tua yang miskin, itu bukanlah akhir dari segalanya. Itu bukanlah takdir yang tak bisa diubah. Kita bisa menjadi kaya asal kita mau dan bersungguh-sungguh dalam berusaha.

Dalam beberapa artikel sebelumnya pernah dibahas bahwa muslim itu wajib kaya. Dengan kekayaan kita bisa berbuat banyak untuk ummat. Banyak ibadah dan amal yang menuntut kita harus kaya. Banyak ibadah yang mengharuskan kita beramal dengan harta. Contoh: qurban, aqiqah, naik haji ke Tanah Suci, zakat, sedekah, membangun mesjid, membangun pesantren, dan sebagainya.

Pembahasan kali ini lebih banyak menguraikan tentang perbedaan kebiasaan orang kaya dan orang biasa. Perbedaan kecil yang nyata-nyata berdampak besar terhadap perubahan nasib.

Inilah Perbedaannya


  • Orang kaya lebih percaya bahwa kesuksesan itu ada campur tangan Allah SWT. Orang biasa lebih percaya pada usaha semata.


Semakin banyak kita berdoa kepada Allah, semakin mudah jalan usaha yang akan kita lalui. Sebaliknya, orang biasa hanya mengandalkan ikhtiar tanpa doa, seakan-akan ia mampu meraih kesuksesan dengan tangannya sendiri.

Ada dua kemungkinan bagi orang biasa yang tidak mengenal doa. Jika ia sukses, maka ia akan sombong. Jika gagal, maka ia akan putus asa.

Berbeda dengan orang kaya. Terutama muslim yang kaya. Jika ia sukses, ia akan sederhana dan banyak beramal untuk ummat. Jika ia gagal, ia akan lapang dada karena ia yakin Tuhan Selalu Ada. Allah Mah Melihat, Allah Maha Kaya, Allah Maha Pemberi Rezeki. Terkait hal ini silahkan baca doa cepat kaya, sukses mulia, berkah, berlimpah.
  • Orang kaya hidupnya sederhana, sementara orang biasa hidupnya ingin kelihatan kaya.
  • Orang kaya menghabiskan waktu untuk membaca, sementara orang biasa menghabiskan waktu dengan menonton TV. 
  • Bagi orang kaya, waktu bersama keluarga itu penting. Bagi orang biasa, pekerjaan lebih penting. 
  • Orang kaya bangun lebih pagi, sementara orang biasa bangun kesiangan. 
  • Orang kaya tidur lebih awal, sementara orang biasa banyak begadang dan nongkrong bersama teman. 
  • Orang kaya senang melihat orang lain sukses, orang biasa iri melihat kesuksesan orang lain. 
  • Orang kaya pergi menuntut ilmu, orang biasa pergi menonton bola. 
  • Orang kaya banyak sedekah dan amal, orang biasa berharap sedekah. 
  • Orang kaya yakin bahwa kesuksesan itu mudah diraih, orang biasa berpikir bahwa sukses itu sulit.
Baiklah.

Tidak perlu bercerita panjang lebar. Yang terpenting adalah tindakan kita saat ini. Segera perbaiki diri dan perbanyak amal agar kesuksesan, kekayaan, kesejahteraan itu mudah diraih. Kuncinya adalah dekat dengan Allah Yang Maha Kaya, Allah Yang Maha Kuasa.

Banyak sekali amal-amal yang bisa mengundang rezeki, membuat kita kaya, membuat kita enteng jodoh, enteng rezeki. Salah satunya dengan rutin shalat dhuha.

Shalat dhuha adalah shalat sunnah yang dilakukan di pagi hari. Efeknya, kita mudah mendapatkan rezeki. Bahkan rezeki bisa datang sendiri.

Tahukah Anda, Sandiaga Uno adalah orang terkaya di Indonesia. Salah satu kunci sukses dan kunci kekayaan Sandiaga Uno adalah Shalat Dhuha.

Sudah dulu ya.

Jangan lupa baca Surat Al Waqiah ya. Yang rutin. Setiap selesai ashar dan selesai subuh, minimal 1 kali.
Urif Hidayat

Ippho Santosa, Sang Motivator Indonesia Terfavorit


Seiring berjalannya waktu, tak terasa ya, banyak hal yang telah saya share kepada teman-teman pengunjung web ini. Mulai dari sebuah tulisan tentang surat Al Waqiah, dzikir setelah shalat dhuha, cara cepat bayar utang, percepatan rezeki dalam 40 hari, dan seterusnya. Terakhir mengenai rezeki yang tidak disangka-sangka.

Apa yang saya tulis di web ini merupakan hasil dari apa yang saya dapatkan dari guru-guru saya, motivator saya. Saya praktekkan dan saya bagikan kepada teman-teman sekalian.

Baiklah. Kali ini kita akan bicara tentang motivator.

Sang Motivator Indonesia Terfavorit


Bicara tentang guru, bicara tentang motivator. Salah satu motivator Indonesia favorit saya adalah Ippho Santosa. Nama lengkapnya Ippho Dewata Santosa, seorang motivator pakar otak kanan. Banyak buku yang sudah ia tulis. Salah satu bukunya yang terkenal adalah 7 Keajaiban Rezeki. Sebuah buku yang menulis tentang bagaimana agar kita bisa berubah hidup dan bisa menggenggam rezeki. Buku-bukunya yang lain: Percepatan rezeki, Hanya 2 Menit, Moslem Millionaire, Magnet Rezeki dan Success Protocol. Buku terbarunya, Enteng Jodoh Enteng Rezeki (coming soon).

Mengapa saya menyukai beliau? Jawabannya sederhana, bahasanya mudah dipahami. Mudah diserap. Mudah dipraktekkan. Selalu saja ada ide brilian yang mungkin sebelumnya kita gak ngeh. Ide-idenya mas Ippho Santosa itu memang beda. Salau menjadi inspirasi. Dan kalau dipraktekkan, langsung jos. Beda dengan motivator lain.

Pada sebagian artikel, saya pun men-share tulisan mas ippho dari group whatsapp yang ia kelola. Tidak ada maksud lain, kecuali hanya berbagi ilmu. Kalau memang bermanfaat, kenapa tidak di-share agar orang lain pun dapat merasakan manfaatnya.

Dari mana saya mengenal beliau? Wah, saya lupa dari mana ya lebih tepatnya.

Kurang lebih saya mengenal Ippho Santosa dari media, antara lain: Blog/Web, Buku, Televisi, Youtube, Facebook, Twitter, dan Whatsapp serta Telegram. Saya buat berurutan karena memang demikian urutannya.

Seminar Motivasi

Saya menyukai seminar motivasi atau training motivasi karena hidup perlu motivasi dan ilmu. Tanpa motivasi, kadang-kadang kita lupa akan arti hidup kita sebenarnya. Kita suka lupa.

Mungkin karena kesibukan atau hal lain, kadang kita lupa bahwa ada impian yang belum kita raih. Kita lupa ada orang-orang terdekat kita terutama keluarga yang belum kita bahagiakan. Kita lupa ada orang tua yang belum kita bahagiakan. Kita lupa, bahwa hidup harus bermanfaat untuk orang lain.

Selain itu, seminar motivasi atau training motivasi merupakan majelis ilmu. Sedangkan, menuntut ilmu itu wajib hukumnya. Belajar itu wajib sampai akhir hayat.

Dalam seminar motivasi atau training motivasi kita bisa mendapatkan banyak ilmu. Terutama, ilmu praktis. Ilmu teknis. Ilmu yang kadang kita gak dapatkan dari sekolah ataupun kampus.

Sebagai contoh, dalam seminar tentang Magnet Rezeki dijelaskan bahwa di sekolah kita tidak belajar tentang ilmu uang. Setelah lulus, yang kita cari adalah uang dan kesejahteraan. Setelah uang didapat, seharusnya kita bisa mengelolanya dan melipatgandakannya. Kenyataannya, kita masih keteteran soal uang. Bukan uangnya yang sedikit. Bukan gajinya yang kecil. Gajinya sih lumayan besar, tapi cuma numpang lewat di rekening doang. Kenapa begitu? Karena kita gak tahu ilmu uang. Dimana kita bisa dapatkan ilmunya? Di seminar atau training.

Sudah dulu ya.

Untuk lebih mengenal Ippho Santosa, klik http://ippho.com/. Di sana Anda akan menemukan siapa itu mas Ippho Santosa dan darimana ia belajar.

Banyak ilmu yang sudah saya dapatkan dari beliau ini, Ippho Santosa, Sang Motivator Indonesia Terfavorit.

Terima kasih,
www.urifhidayat.com


Urif Hidayat

Cara Lain Cepat Lunas Utang


Salah satu penyebab tingkat perceraian di Amerika adalah karena hutang. Bagi yang sudah pernah merasakan pahitnya punya utang, pasti tersenyum getir. Apalagi yang masih menghadapi hutang alias hutang belum cepat lunas. Pasti pedih dan perihnya minta ampun.

Saya masih terbayang, dulu saat saya masih mempunyai hutang kepada bos saya. Pekerjaan yang ringan pun jadi berat. Gara-gara hutang pekerjaan pun jadi bertambah terus. Harusnya pulang sore, malah harus lembur. Selama utang belum lunas, pekerjaan terus bertambah, lembur lagi lembur lagi. Saat utang lunas, pekerjaan berat pun jadi enteng.

Dalam urusan rumah tangga, tidak jarang, gara-gara hutang, hal sepele dengan pasangan, malah jadi ribut dan akhirnya saling menyalahkan.

"Kalau ayah nggak keluar kerja dan nggak berbisnis, pasti hutang kita nggak segede ini, yah!"
Lalu si suami bilang "Mama yang boros banget kalau belanja, makanya hutang nggak lunas-lunas!"
Jika sudah paham caranya, sedikit demi sedikit masalah hutang ini dapat terselesaikan dan lebih menenangkan.

Salah seorang guru pernah menasihati, "permasalahan hutang di keluarga ini harus saling menguatkan. Si suami jujur, dan si istri paham kondisi suami. Kedua ini akan saling menguatkan dan menyelesaikan masalah." Tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa.

Hutang nggak bisa langsung lunas memang, tapi di rumah jadi adem. Istri menjaga perasaan suami, suami semangat melunasi.

Selain itu, lengkapi dengan doa terutama doa cepat lunas utang. Setelah berdoa, penuhi dengan sedekah. Silahkan baca cara cepat lunas utang dengan doa dan sedekah.

Bagi yang sedang mengalami banyak utang, saya doakan semoga disegerakan selesai masalahnya ya. Semoga utangnya cepat lunas. Aamiin.

Bisnis

Motivasi

Hikmah